Wisuda dan Pengesahan Warga Baru, Bupati Tanjabbar Apresiasi Perguruan Silat PSHT Hadiri Wisuda Tingkat 1 warga PSHT, H. Hairan Disambut Antusias Ratusan pendekar Silat Tidak Tersentuk Pembangunan, Tiga Ruang Belajar SMKN 1 Tanjab Barat Roboh Akibat Rapuh Sandiaga Uno Akan Hadir Malam Arakan Sahur Sembilan Pejabat Eselon ll Tanjab Barat Dilantik Bupati di Jembatan

Home / Tanjab Barat

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:33 WIB

Emosi Disebut ‘Nyabu’, Residivis Tikam Nelayan Hingga Tewas di Kuala Tungkal

KUALA TUNGKAL, Wartajambi.id – Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) menggelar press release terkait pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Sentral, Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, pada Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban diketahui bernama Adra Alias Marhat alias Aat (41), seorang nelayan warga Jalan Sentral RT 005, Kelurahan Kampung Nelayan. Korban meninggal dunia saat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit KH Daud Arief, Kuala Tungkal.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki, SIK,  MM  menyampaikan bahwa tersangka berinisial S (40) berhasil diamankan hanya selang 30 menit setelah kejadian. Tersangka ditangkap saat bersembunyi di dalam salah satu pompong nelayan di Dermaga Parit 4, Kelurahan Kampung Nelayan.

Dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan ini dipicu oleh ucapan korban yang membuat tersangka tersinggung. Korban disebut menegur tersangka dengan kata-kata yang menyinggung, “nyabu, tak tahu malu,” sehingga membuat S emosi dan menusukkan sebilah pisau belati ke dada kiri bawah korban.

Sebelum kejadian, tersangka mengambil pisau dari kapal trol tempatnya bekerja. Saat bertemu korban di dekat jembatan rumah korban, tersangka langsung menikam korban satu kali. Korban sempat melawan dan berlari menuju rumahnya, namun nyawanya tak tertolong.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa tersangka S merupakan residivis kasus penganiayaan pada tahun 2003. Dalam kasus sebelumnya, ia pernah melukai korban lain dengan senjata tajam dan divonis hukuman penjara selama 10 bulan.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya: Sebilah pisau belati bersarung kayu warna coklat, Satu jaket hoodie biru dan celana jeans yang dikenakan tersangka, Satu kemeja dan kaos yang dikenakan korban.

Baca Juga  Polisi Tanjab Barat Tangkap Pelaku Penikaman Brutal di Siang Hari

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Kasus ini menjadi atensi kami karena tersangka adalah residivis dan perbuatannya sangat meresahkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke pihak kepolisian jika ada potensi konflik yang bisa memicu tindak pidana,” ujar Kapolres Tanjab Barat dalam konferensi pers, Kamis (31/7/2025).  (Agn/Den)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Olahraga Bersama Warnai Hari Bhayangkara ke-79, Polres Tanjab Barat Hadirkan Kebersamaan Lintas Instansi

Tanjab Barat

Bunda Rita Angraini Siap Menangkan Ustad Anwar Sadat-Katamso di Barisan Srikandi UMORA

Tanjab Barat

Tinjau UMKM Ecoprint, Bupati dan Wabup Siapkan Pendampingan bagi Pelaku Usaha Desa Kuala Dasal

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat: “Jangan Sampai Kantor Kosong, Pelayanan Harus Jalan!”

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Luncurkan GASKAN SAJA, Khitan Gratis Tersedia Sepanjang Tahun di Tanjab Barat

Tanjab Barat

Paripurna DPRD Tanjab Barat, Bupati Respons Kritik dan Saran Fraksi LKPJ 2025

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat: Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Sejalan dengan Visi Berkah Madani

Tanjab Barat

Duet Faisal Riza dan Kailani untuk Pilkada Tanjab Barat 2024 Disambut Antusias