Wisuda dan Pengesahan Warga Baru, Bupati Tanjabbar Apresiasi Perguruan Silat PSHT Hadiri Wisuda Tingkat 1 warga PSHT, H. Hairan Disambut Antusias Ratusan pendekar Silat Tidak Tersentuk Pembangunan, Tiga Ruang Belajar SMKN 1 Tanjab Barat Roboh Akibat Rapuh Sandiaga Uno Akan Hadir Malam Arakan Sahur Sembilan Pejabat Eselon ll Tanjab Barat Dilantik Bupati di Jembatan

Home / Tanjab Barat

Rabu, 10 September 2025 - 18:03 WIB

Mediasi Belum Tuntas, Aliansi Masyarakat Pematang Lumut Ancam Lanjutkan Demo

KUALA TUNGKAL, Wartajambi.id – Upaya mediasi antara massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pematang Lumut Bersatu dan pihak PT PetroChina belum membuahkan hasil. Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Camat Betara, Rabu (10/9/2025), berlangsung alot namun tidak menghasilkan kesepakatan terkait tuntutan warga.

Mediasi yang difasilitasi oleh Camat Betara bersama perwakilan Disnakertrans Tanjab Barat hanya mempertemukan massa dengan pihak PetroChina serta subkontraktornya. Namun, persoalan utama yang disuarakan warga belum mendapat jawaban pasti.

“Hasil mediasi tadi cuma mempertemukan kami bersama subkontraktor dan PetroChina, tapi belum ada hasil soal tuntutan kami. Meski demikian, kami berterima kasih kepada Pak Camat yang sudah membantu memfasilitasi pertemuan ini,” ujar R. Sinaga, koordinator aksi.

Sinaga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh massa yang tetap berkomitmen menyuarakan aspirasi meski harus berpanas-panasan. Ia menegaskan, bila dalam pertemuan lanjutan tidak ada solusi, pihaknya siap kembali turun ke jalan.

“Apabila di pertemuan selanjutnya tidak ada hasil, maka kami akan gelar aksi demo lagi, dengan massa yang lebih banyak. Sebenarnya, kami tidak mau demo seperti ini, tapi kalau mereka tidak mau dengar, apa boleh buat,” tegasnya.

Massa aksi menilai keberadaan perusahaan, termasuk 22 subkontraktor di bawah PetroChina, belum memberi dampak positif bagi warga lokal. Mereka menuding ada praktik perekrutan tenaga kerja yang tidak transparan dan cenderung mengabaikan masyarakat sekitar.

“Kami menduga banyak pekerja yang direkrut secara ilegal, bahkan ada yang didatangkan dari luar Jambi tanpa izin dan tanpa melapor ke Disnaker. Padahal, pekerjaan itu bisa dilakukan oleh masyarakat lokal,” ungkap salah satu orator aksi.

Warga menuntut agar perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjab Barat mematuhi aturan perekrutan tenaga kerja, dengan memprioritaskan masyarakat lokal sesuai domisili perusahaan.

Baca Juga  Bupati Tanjung Jabung Barat Hadiri Launching Hasil Survei Penilaian Integritas KPK 2024

“Kami berharap pemerintah tegas. Semua perusahaan di Tanjab Barat wajib mendahulukan warga lokal agar masyarakat sekitar tidak terzalimi,” tambahnya.

Aksi ini mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka. Massa menegaskan, jika tidak ada perubahan sikap dari pihak perusahaan, gelombang demonstrasi lanjutan akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi.  (*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit PT CKT, Diduga karena Riwayat Sakit

Tanjab Barat

Sinergi Eksekutif-Legislatif Menguat, DPRD Tanjab Barat Sahkan Keputusan LKPJ 2024

Tanjab Barat

8 Ton Beras Ludes Sehari, Polres Tanjab Barat Sukses Gelar Gerakan Pangan Murah

Tanjab Barat

Jadi Irup Peringatan Hardiknas, Pj Sekda Tanjabbar Bacakan Amanah Kemendikbudristek

Tanjab Barat

Anggota DPRD Soroti Pentingnya Kader Ideologis dalam Fit and Proper Test PAC PDI-P

Tanjab Barat

Kompak, Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Tanjabbbar ke-59

Tanjab Barat

Tak Ingin Warga Tinggal di Rumah Tak Layak, Bupati Anwar Sadat Ajukan Tambahan Kuota Bedah Rumah

Tanjab Barat

Korupsi Rp 126 Miliar, Kejari Tanjab Barat Tahan Mantan Komisaris PT PSJ