Mangrove Bukan Sekadar Pelindung Pesisir, Wabup Katamso Dorong Jadi Sumber Ekonomi Baru

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT, Wartajambi.id – Upaya mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir berbasis kelestarian lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., di Aula Bapperida Tanjab Barat, Rabu (3/6/2026).

 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 3 hingga 5 Juni 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya model usaha berbasis ekosistem mangrove yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesetaraan gender.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebanyak 25 peserta dari Desa Tungkal I mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, pemilik warung, kelompok pembibit mangrove, pegiat lingkungan, hingga influencer yang aktif mengampanyekan pelestarian kawasan pesisir.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa kawasan mangrove merupakan aset strategis daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Menurutnya, perhatian terhadap kawasan mangrove di Tanjung Jabung Barat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya sebagai benteng alami pelindung pesisir, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata edukasi, usaha berbasis lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Katamso.

 

Ia menjelaskan, pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan berbagai fasilitas penunjang menuju kawasan mangrove. Meskipun beberapa program infrastruktur sempat tertunda akibat penyesuaian anggaran, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan tersebut secara bertahap.

Baca Juga  Posyandu Bungo Tanjung Dinilai Tim Lomba HUT ke-80 Persit KCK

 

Selain itu, pengembangan kawasan mangrove juga diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Barat, termasuk PetroChina dan SKK Migas, yang turut mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program pendampingan dan bantuan fasilitas.

 

Pada kesempatan tersebut, Wabup Katamso menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) sekaligus living laboratory dalam program pengelolaan mangrove berbasis masyarakat.

 

Ia berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi hijau yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

 

“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan mangrove yang sukses. Kita ingin masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, namun lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” katanya.

 

Sementara itu, Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan oleh IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN), sebuah pusat studi terapan di bawah Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja sama dengan University of Waterloo, Kanada, dengan dukungan pendanaan dari Global Affairs Canada.

 

Menurut Paulo, Desa Tungkal I menjadi salah satu dari tiga desa dampingan di Provinsi Jambi yang dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat.

 

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menyusun model bisnis yang berkelanjutan, menciptakan peluang usaha baru, sekaligus memperkuat upaya konservasi lingkungan pesisir.

 

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga memastikan kelompok perempuan, pelaku UMKM, dan masyarakat lokal memperoleh ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.

 

Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai inovasi usaha berbasis mangrove yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan Pangkal Babu sebagai contoh sukses pengembangan ekonomi hijau berbasis kearifan lokal di Tanjung Jabung Barat.

Baca Juga  Bupati Anwar Sadat Kawal Pengerjaan Jalan Strategis, Warga: “Terima Kasih, Pak Bupati!”

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapperida Tanjung Jabung Barat beserta jajaran, Project Officer FINCAPES, pakar Gender Equality and Social Economic Inclusivity (GESEI), dosen Fakultas Kehutanan Universitas Jambi, tim ekowisata FINCAPES, serta seluruh peserta pelatihan. (Agn/*)

Berita Terkait

Buka Lontar Fair 2026, Wabup Tanjab Barat Katamso Apresiasi Sinergi PT LPPPI Dorong Ekonomi Daerah
Api Merembet Saat Bakar Sampah, Lahan di Sungai Nibung Berhasil Dipadamkan Warga
Bupati Tanjung Jabung Barat Apresiasi Layanan Literasi Digital Dispusip di Bazar Ekraf
Bupati Tanjung Jabung Barat Resmikan Lomba Layangan, WFC Kuala Tungkal Jadi Pusat Pelestarian Permainan Tradisional
Bupati Anwar Sadat Pimpin Pramuka Tanjab Barat Bersih-Bersih Kota Kuala Tungkal
Ratusan Pemancing Padati WFC Kuala Tungkal, Lomba Mancing Jadi Wadah Kebersamaan Warga
Bupati Tanjung Jabung Barat Apresiasi Kolaborasi Budaya Minang dan India di Malam Serengkuh Dayung
Serangan Buaya di Betara Satu Anak Meninggal Dunia, Satu Alami Luka-Luka
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Buka Lontar Fair 2026, Wabup Tanjab Barat Katamso Apresiasi Sinergi PT LPPPI Dorong Ekonomi Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Api Merembet Saat Bakar Sampah, Lahan di Sungai Nibung Berhasil Dipadamkan Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Bupati Tanjung Jabung Barat Apresiasi Layanan Literasi Digital Dispusip di Bazar Ekraf

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Bupati Tanjung Jabung Barat Resmikan Lomba Layangan, WFC Kuala Tungkal Jadi Pusat Pelestarian Permainan Tradisional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:27 WIB

Ratusan Pemancing Padati WFC Kuala Tungkal, Lomba Mancing Jadi Wadah Kebersamaan Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Bupati Tanjung Jabung Barat Apresiasi Kolaborasi Budaya Minang dan India di Malam Serengkuh Dayung

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Serangan Buaya di Betara Satu Anak Meninggal Dunia, Satu Alami Luka-Luka

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Bupati Anwar Sadat Luncurkan GASKAN SAJA, Khitan Gratis Tersedia Sepanjang Tahun di Tanjab Barat

Berita Terbaru