TANJAB BARAT – Langit Waterfront City (WFC) Kuala Tungkal kembali dipenuhi warna-warni layangan dalam gelaran Lomba Permainan Tradisional Sauk’an Layangan yang diikuti 130 peserta, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus menghidupkan kembali permainan rakyat yang mulai jarang ditemui di tengah perkembangan zaman.
Lomba yang digelar selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya lokal serta memperkuat identitas permainan tradisional di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tanjung Jabung Barat, M. Natsir, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa peserta lomba berasal dari berbagai kalangan. Tercatat 64 peserta kategori umum, 22 pelajar tingkat SD, serta 44 peserta dari jenjang SMP dan SMA sederajat turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki nilai edukatif, sosial, dan budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda.
“Permainan tradisional adalah bagian dari jati diri kita. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya bermain, tetapi juga menjaga warisan budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Anwar Sadat.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, esensi utama kegiatan ini bukan hanya pada kemenangan, tetapi pada upaya menjaga agar permainan rakyat tetap hidup dan dikenal luas oleh generasi muda.
Suasana pembukaan berlangsung meriah ketika Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, serta tamu undangan secara bersama-sama menerbangkan layangan ke udara. Puluhan layangan yang menghiasi langit WFC menjadi simbol kembalinya permainan tradisional ke ruang publik masyarakat Kuala Tungkal.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize bagi peserta. Dukungan terhadap acara ini datang dari berbagai pihak, di antaranya Bank BPD 9 Jambi, Bank Syariah Indonesia, Bank BPR Tanggo Rajo, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, APDESI Merah Putih, Vivo, Real Chicken x Real Esteh, Kopi Kuy, Kopi Paman, Barokah Printing, Bina Insani Tour – Haji & Umroh, TP Net, Tungkal Punye, serta Bronut Tourism.
Antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati kawasan WFC menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, perwakilan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat, para pejabat pimpinan tinggi pratama, Ketua GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ketua APDESI, perwakilan KORMI dan Inorga Pelangi, perwakilan perbankan, BPJS, para sponsor, serta tamu undangan lainnya.









