TANJAB BARAT, Wartajambi.id – Semangat ketangguhan seorang ibu rumah tangga yang tumbuh dari pengabdian dan cinta keluarga kini menjelma menjadi inovasi ekonomi kreatif. Melalui tangan terampil anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab, tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap gulma berhasil diubah menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab, Ny. Trias Zulhiardi, SH, mengungkapkan bahwa salah satu karya anggota Persit, yakni kerajinan keranjang buah dari eceng gondok milik Ny. Ana Riko, terpilih untuk mengikuti lomba bergengsi “PERSIT BISA 2” yang akan digelar di Jakarta. Ajang tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kodam di Indonesia.
Karya tersebut menjadi wakil dari Koorcab Rem 042 PD XX/TIB untuk bersaing di tingkat nasional dalam bidang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Saat ini, Ny. Riko bersama tim Persit Kodim 0419/Tanjab tengah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi tersebut.
Ny. Ana Riko, anggota Persit yang berasal dari Kota Jambi, memulai usaha kerajinan ini dari hobi membuat berbagai produk anyaman. Salah satu produk unggulannya adalah keranjang buah berbahan dasar eceng gondok yang dianyam secara manual menggunakan keterampilan tangan.
Eceng gondok sendiri merupakan tumbuhan air yang hidup di perairan tawar dan dikenal memiliki pertumbuhan sangat cepat, sehingga sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu ekosistem. Namun di tangan kreatif Ny. Riko, tanaman tersebut justru diolah menjadi kerajinan unik yang memiliki nilai estetika sekaligus ekonomis.
Proses pembuatan keranjang buah dilakukan dengan cara mengeringkan eceng gondok terlebih dahulu, kemudian dianyam dan dijahit hingga membentuk keranjang yang kokoh dan menarik. Produk ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai wadah serbaguna, tetapi juga tampil dengan gaya natural yang ramah lingkungan.
Keranjang buah dari eceng gondok ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kuat, unik, mudah dirawat, serta memiliki nilai estetika tinggi. Produk tersebut juga tersedia dalam berbagai ukuran sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Bagi Ny. Riko, usaha ini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ia meyakini bahwa mengubah hobi menjadi usaha merupakan cara ideal untuk bekerja dengan penuh passion, selama dijalankan dengan konsistensi serta didukung pemanfaatan platform digital untuk pemasaran.
“Sebagai ibu rumah tangga, saya berharap kerajinan ini bisa membantu perekonomian keluarga tanpa mengurangi tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan usahanya tidak terlepas dari bimbingan para pembina serta dukungan penuh dari Ketua Persit Kodim 0419/Tanjab, Ny. Trias Zulhiardi.
“Semua ini berkat arahan pembina dan dukungan Ibu Ketua Persit yang selalu memberikan motivasi,” ungkapnya.
Menurut Ny. Trias Zulhiardi, kerajinan eceng gondok yang dibuat oleh Ny. Riko merupakan contoh nyata dedikasi istri prajurit dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.
Ia berharap melalui ajang “PERSIT BISA 2”, produk kerajinan tersebut dapat dikenal lebih luas hingga tingkat nasional sekaligus membawa nama baik satuan dan daerah.
“Keranjang eceng gondok ini bukan sekadar kerajinan, tetapi juga simbol kemandirian, kreativitas, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap karya ini dapat meraih hasil terbaik dalam lomba nanti,” ujar Ny. Trias.
Melalui inovasi tersebut, eceng gondok yang dulunya dianggap gulma kini berubah menjadi karya bernilai tinggi yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus melestarikan kearifan lokal. Partisipasi dalam ajang “PERSIT BISA 2” pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kerajinan khas Tanjung Jabung Barat ke panggung nasional.









