Ketua DPRD Tanjabbar Ucapkan Gong Xi Fa Cai Bagi Warga Yang Merayakannya Sebanyak 14 KK dan 40 Jiwa 1 LansiaJadi Korban Kebakaran di Parit 1 Bupati Tanjabbar Hadiri Workshop Pengelolaan Keuangan di Bandung Wabup Tanjabbar Hadiri Gathering Bersama BRI Cabang Kuala Tungkal Wabup Hadiri Pelantilan BPD KKSS Tanjab Barat

Home / Tanjabbar / Pemerintahan / Peristiwa

Kamis, 23 Desember 2021 - 14:52 WIB

Sekda Lempar Bola Ditanya Ada Pejabat Eselon III Berijazah SMA

KUALATUNGKAL – Terkait adanya pelantikan Pejabat Pengawas dan Administrator dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, beberapa waktu lalu menuai polemik. Pasalnya, ada salah satu Pejabat Administrator Kepala Bidang (Eselon III) di Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Dispora) ternyata hanya berijazah SMA.

Hal ini sudah tentu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Paragraf 2 tentang persyaratan dan pengangkatan, Pasal 54 Ayat 1 huruf b yang berbunyi persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan administrator sebagai berikut yaitu memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling rendah Sarjana atau minimal Diploma IV.

Sekretaris Daerah Agus Sanusi saat dikonfirmasi oleh awak beberap hari lalu, awalnya menjelaskan bahwa boleh pejabat Eselon III, berijazah SMA, asal pangkatnya sudah sampai. Namun saat ditanya terkait dasar dan aturan yang membolehkan, Sekda mengelak dan malah menjawab akan menanyakan lagi perihal tersebut ke pihak BKSDM.

BACA LAINNYA  Dua Pelaku Pencuri Dalam Rumah Ditangkap Polsek Kumpeh Ulu

“Saya belum faham nian terkait aturan yang membolehkan. Nanti saya tanya ke BKD”, kata Agus.

Sementara itu Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat saat dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa memang ada Kepala Bidang di Dispora yang ternyata berijazah SMA. Menurut Bupati dirinya baru mengetahui permasalahan tersebut dan tidak pernah ada informasi dari pihak BKD kepadanya.

“Saya baru tahu terkait masalah tersebut. Memang ada salah satu Kabid di Dispora yang berijazah SMA dan terkait hal ini, BKD belum pernah lapor kepada saya,” ujarnya.

Terpisah Sudirman, Ketua Ormas Rajawali Sakti, sangat menyayangkan kelalaian dari pihak BKD dalam pelaksanaan promosi ASN di Tanjung Jabung Barat. Dirinya menduga Sekda dan BKD telah mempermainkan Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjab Barat dan Istrinya Sakit

“Sudah seharusnya pak Bupati tahu persoalan ini sejak awal sebelum terjadi. Kenapa BKD dan Sekda tidak melaporkan masalah ini. Dengan kejadian ini, kan ujung-ujungnya yang disalahkan pak Bupati. Nyatanya Bupati tidak mengetahui persoalan ini. Dugaan kami, ada ‘kongkalingkong’ antara Sekda dan BKD”, Ada apa ini kata Sudirman.

Seharusnya Sekda paham PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen ASN, di Paragraf 2 Persyaratan dan Pengangkatan, Pasal 54
ayat 1, Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan administrator sebagai berikut: huruf b; pejabat harus
memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV. (**)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Dukung Pelantikan Pengurus PWI Tanjab Barat

Peristiwa

New Research Shows Big Opportunities for Small Businesses

Infografis

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?

Merangin

Setda Merangin dan Panitia Cek Lokasi GEO-FUN Rafting 2021

Ekonomi

Bupati Lantik Dewas PDAM Tirta Pengabuan

Peristiwa

Danrem 042/Gapu Dampingi Menko PMK Sambangi RS Dr. Bratanata Jambi

Hukrim

How to Give Your 2016 Resolutions Staying Power

Pemerintahan

Wabup Hadiri Pelantilan BPD KKSS Tanjab Barat