Wisuda dan Pengesahan Warga Baru, Bupati Tanjabbar Apresiasi Perguruan Silat PSHT Hadiri Wisuda Tingkat 1 warga PSHT, H. Hairan Disambut Antusias Ratusan pendekar Silat Tidak Tersentuk Pembangunan, Tiga Ruang Belajar SMKN 1 Tanjab Barat Roboh Akibat Rapuh Sandiaga Uno Akan Hadir Malam Arakan Sahur Sembilan Pejabat Eselon ll Tanjab Barat Dilantik Bupati di Jembatan

Home / Tanjab Barat

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 19:30 WIB

Ketua RT 13 Sriwijaya Diduga Serobot Lahan Warga, Tebang Kelapa dan Tanam Padi Tanpa Izin

KUALA TUNGKAL, Wartajambi.id – Warga Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), dibuat geram dengan ulah Ketua RT 13, Senen, yang diduga nekat menyerobot lahan milik warga tanpa izin. Ironisnya, lahan tersebut bukan hanya dimasuki secara sepihak, tapi juga ditebang pohon-pohonnya dan kini ditanami padi.

Lahan berukuran sekitar 10×25 meter itu sebelumnya dimiliki oleh seorang warga bernama Eko, yang mengaku terkejut ketika mendapati kebunnya telah berubah menjadi lahan padi tanpa sepengetahuannya.

“Kaget saja, karena rencananya besok lahan itu mau kita semprot, tapi pas dicek tadi malah sudah jadi kebun padi,” ujar Eko, pemilik tanah, dengan nada kecewa.

Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana seorang ketua RT bisa begitu berani bertindak tanpa izin terhadap tanah yang memiliki surat-surat resmi.

“Tanah ini ada yang punya, kita beli, bukan minta dari langit. Ada suratnya lengkap, bukan turun dari langit atau lahan kosong begitu saja,” tegasnya.

Eko juga menyesalkan tindakan penebangan beberapa pohon kelapa dan kayu yang sengaja ia tanam untuk kebutuhan masa depan.

“Kelapa ada beberapa pohon, termasuk kayu yang kita besarkan dari kecil, semuanya ditebang. Sekarang sudah rata dan jadi lahan padi,” ungkapnya kesal.

Warga sekitar pun turut menyayangkan perilaku sang ketua RT yang semestinya menjadi teladan bagi warganya. Alih-alih menjaga ketertiban, justru terlibat dalam tindakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Tindakan penyerobotan lahan oleh aparat lingkungan seperti ketua RT, menurut sejumlah warga, bukan hanya mencoreng citra pemimpin di tingkat bawah, tapi juga bisa memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Saat ini, pemilik lahan tengah mempertimbangkan langkah hukum agar kejadian serupa tidak terulang. Kasus ini juga diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak kelurahan dan aparat penegak hukum agar segera ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga  Jelang Kenaikan Isa Almasih, Polres Tanjab Barat Pastikan 57 Gereja Steril dan Aman

“Kita ini masyarakat kecil, tapi bukan berarti bisa seenaknya diinjak haknya. Harapan kita, ada keadilan,” tutup Eko.  (*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Ketua TP-PKK Tanjab Barat Berbagi Bantuan Sosial dan Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Tanjab Barat

Coffee Morning Bersama Media, Bupati Anwar Sadat: Pers Adalah Jembatan Informasi

Tanjab Barat

DPC PKB Tanjab Barat Solid! Rakorcab dan Halal Bihalal Jadi Momentum Penguatan Silaturahmi

Tanjab Barat

Ketua dan Anggota DPRD Tanjab Barat Ikut Sambut Kajari Baru: Perkuat Sinergi Forkopimda untuk Pembangunan Daerah

Tanjab Barat

Sembilan Pejabat Eselon ll Tanjab Barat Dilantik Bupati di Jembatan

Tanjab Barat

Dikawal Ratusan Warga Ustad Amin Daftar Cawabup ke DPD-PKS Tanjabbar

Tanjab Barat

Polres Tanjab Barat Masuki Babak Baru, AKBP Maulia Kuswicaksono Gantikan AKBP Agung Basuki

Tanjab Barat

LKPJ 2025 Dibedah, DPRD Tanjabbar Tekankan Infrastruktur Merata untuk Rakyat