Wisuda dan Pengesahan Warga Baru, Bupati Tanjabbar Apresiasi Perguruan Silat PSHT Hadiri Wisuda Tingkat 1 warga PSHT, H. Hairan Disambut Antusias Ratusan pendekar Silat Tidak Tersentuk Pembangunan, Tiga Ruang Belajar SMKN 1 Tanjab Barat Roboh Akibat Rapuh Sandiaga Uno Akan Hadir Malam Arakan Sahur Sembilan Pejabat Eselon ll Tanjab Barat Dilantik Bupati di Jembatan

Home / Tanjab Barat

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:11 WIB

Dari Gulma Jadi Karya Bernilai, Kerajinan Eceng Gondok Persit Tanjab Siap Berlaga di Ajang “PERSIT BISA 2” di Jakarta

TANJAB BARAT, Wartajambi.id – Semangat ketangguhan seorang ibu rumah tangga yang tumbuh dari pengabdian dan cinta keluarga kini menjelma menjadi inovasi ekonomi kreatif. Melalui tangan terampil anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab, tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap gulma berhasil diubah menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab, Ny. Trias Zulhiardi, SH, mengungkapkan bahwa salah satu karya anggota Persit, yakni kerajinan keranjang buah dari eceng gondok milik Ny. Ana Riko, terpilih untuk mengikuti lomba bergengsi “PERSIT BISA 2” yang akan digelar di Jakarta. Ajang tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kodam di Indonesia.

Karya tersebut menjadi wakil dari Koorcab Rem 042 PD XX/TIB untuk bersaing di tingkat nasional dalam bidang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Saat ini, Ny. Riko bersama tim Persit Kodim 0419/Tanjab tengah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi tersebut.

Ny. Ana Riko, anggota Persit yang berasal dari Kota Jambi, memulai usaha kerajinan ini dari hobi membuat berbagai produk anyaman. Salah satu produk unggulannya adalah keranjang buah berbahan dasar eceng gondok yang dianyam secara manual menggunakan keterampilan tangan.

Eceng gondok sendiri merupakan tumbuhan air yang hidup di perairan tawar dan dikenal memiliki pertumbuhan sangat cepat, sehingga sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu ekosistem. Namun di tangan kreatif Ny. Riko, tanaman tersebut justru diolah menjadi kerajinan unik yang memiliki nilai estetika sekaligus ekonomis.

Proses pembuatan keranjang buah dilakukan dengan cara mengeringkan eceng gondok terlebih dahulu, kemudian dianyam dan dijahit hingga membentuk keranjang yang kokoh dan menarik. Produk ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai wadah serbaguna, tetapi juga tampil dengan gaya natural yang ramah lingkungan.

Baca Juga  Gedung Baru, Semangat Baru! BSI Resmi Buka Kantor Megah di Kuala Tungkal

Keranjang buah dari eceng gondok ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kuat, unik, mudah dirawat, serta memiliki nilai estetika tinggi. Produk tersebut juga tersedia dalam berbagai ukuran sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Bagi Ny. Riko, usaha ini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ia meyakini bahwa mengubah hobi menjadi usaha merupakan cara ideal untuk bekerja dengan penuh passion, selama dijalankan dengan konsistensi serta didukung pemanfaatan platform digital untuk pemasaran.

“Sebagai ibu rumah tangga, saya berharap kerajinan ini bisa membantu perekonomian keluarga tanpa mengurangi tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan usahanya tidak terlepas dari bimbingan para pembina serta dukungan penuh dari Ketua Persit Kodim 0419/Tanjab, Ny. Trias Zulhiardi.

“Semua ini berkat arahan pembina dan dukungan Ibu Ketua Persit yang selalu memberikan motivasi,” ungkapnya.

Menurut Ny. Trias Zulhiardi, kerajinan eceng gondok yang dibuat oleh Ny. Riko merupakan contoh nyata dedikasi istri prajurit dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.

Ia berharap melalui ajang “PERSIT BISA 2”, produk kerajinan tersebut dapat dikenal lebih luas hingga tingkat nasional sekaligus membawa nama baik satuan dan daerah.
“Keranjang eceng gondok ini bukan sekadar kerajinan, tetapi juga simbol kemandirian, kreativitas, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap karya ini dapat meraih hasil terbaik dalam lomba nanti,” ujar Ny. Trias.

Melalui inovasi tersebut, eceng gondok yang dulunya dianggap gulma kini berubah menjadi karya bernilai tinggi yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus melestarikan kearifan lokal. Partisipasi dalam ajang “PERSIT BISA 2” pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kerajinan khas Tanjung Jabung Barat ke panggung nasional.

Baca Juga  Kepala Desa Muntialo Hadiri Pelepasan Peserta Didik PAUD Cempaka Ungu Angkatan ke-XI Tahun 2023/2024

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Spesial! Polres Tanjab Barat Undang Insan Pers Rayakan HPN dengan Penuh Keakraban

Tanjab Barat

Panen Padi di Desa Tanjung Senjulang, Bupati Komitmen Majukan Petani

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat: Akatara Gas Facility Jadi Langkah Nyata Menuju Kemandirian Energi Daerah

Tanjab Barat

Sekda Hermansyah Apresiasi Peserta Festival Arakan Sahur: Lancar, Aman, dan Tertib

Tanjab Barat

Disaksikan Dewan Pers, PWI Akhirnya Tandatangani Panitia Bersama Kongres Persatuan

Tanjab Barat

Meriahkan Tahun Baru Islam 1447 H, Kapolres dan Bupati Tanjab Barat Ikuti Tabligh Akbar

Tanjab Barat

Sekda Tanjabbar Hadiri SAKIP Award 2024

Tanjab Barat

Wabup Katamso Sambut Tim Kementerian Kehutanan, Mangrove Pangkal Babu Diproyeksikan Jadi Pilar Ketahanan Pesisir